Ketua KPU Purbalingga Ajak Siswa SMA Negeri 1 Bukateja Jadi Pemilih Cerdas
PURBALINGGA – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Purbalingga, Zamaahsari, S.IP., M.I.P., memberikan sosialisasi pendidikan pemilih kepada para siswa SMA Negeri 1 Bukateja. Kegiatan tersebut dilaksanakan di GOR Indoor SMA Negeri 1 Bukateja dan diikuti oleh peserta didik dari kelas X hingga kelas XII.
Kegiatan sosialisasi diawali dengan sambutan dari Kepala SMA Negeri 1 Bukateja, Purwito, S.Pd., M.M. Dalam sambutannya, pihak sekolah menyambut baik pelaksanaan kegiatan pendidikan pemilih bagi para siswa sebagai bagian dari upaya memberikan pemahaman mengenai demokrasi dan pentingnya partisipasi generasi muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Selanjutnya, Ketua KPU Kabupaten Purbalingga, Zamaahsari, S.IP., M.I.P., menyampaikan materi mengenai Pemilu dan pendidikan pemilih, khususnya kepada generasi muda yang akan menjadi bagian penting dalam menentukan masa depan demokrasi Indonesia.
Dalam pemaparannya, Zamaahsari menjelaskan bahwa Pemilu merupakan sarana kedaulatan rakyat untuk memilih wakil-wakil dan pemimpin di lembaga legislatif maupun eksekutif. Pemilu juga dilaksanakan berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.
Para siswa juga mendapatkan pemahaman mengenai karakteristik Generasi Z yang dikenal sebagai generasi yang tumbuh bersama perkembangan teknologi dan internet. Kondisi tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pemilih pemula karena derasnya arus informasi di media sosial.
Ketua KPU mengingatkan agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Pemilih pemula didorong untuk mencari informasi dari media yang kredibel dan situs resmi, bukan hanya mengandalkan konten viral di media sosial.
Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai cara menjadi pemilih cerdas, antara lain dengan mengkaji rekam jejak calon, memahami visi, misi dan program kerja, serta menentukan pilihan berdasarkan hati nurani tanpa adanya paksaan.
Materi juga membahas berbagai tantangan dalam pelaksanaan Pemilu, seperti hoaks dan disinformasi, politik uang, kampanye hitam, serta apatisme masyarakat. Para siswa diajak untuk lebih kritis dalam menerima informasi dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya.
Melalui kegiatan tersebut, KPU Kabupaten Purbalingga berharap para siswa SMA Negeri 1 Bukateja dapat menjadi pemilih pemula yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab serta mampu menggunakan hak politiknya dengan baik ketika telah memenuhi persyaratan sebagai pemilih.
Pendidikan pemilih bagi generasi muda menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran demokrasi sejak dini sekaligus mendorong lahirnya pemilih yang berintegritas dalam setiap pelaksanaan Pemilu maupun Pemilihan.(tr)