Kegiatan SDM Talk to Me Bahas Posisi Perempuan dalam Penyelenggaraan Pemilu
Purbalingga, 20 Agustus 2026 - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Tengah kembali melaksanakan kegiatan rutin SDM Talk to Me sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas dan wawasan sumber daya manusia di lingkungan KPU serta forum diskusi untuk menyamakan persepsi dan berbagi pengalaman. Pada kesempatan kali ini, kegiatan Talk to Me Episode Ke-10 mengangkat tema “Posisi Perempuan dalam Penyelenggaraan Pemilu (Peluang, Rintangan, dan Hambatan)”. Kegiatan menghadirkan narasumber dari Dosen Fakultas Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman yaitu Bapak Ahmad Sabiq, S.IP., M.A.
Kegiatan SDM Talk To Me Episode ke 10 ini juga diikuti oleh KPU Kabupaten Purbalingga yang dihadiri secara virtual melalui Zoom Meeting oleh Kadiv Sosdiklih Parmas dan SDM Widyo Wibowo, Sekretaris KPU Kabupaten Purbalingga Mundarti dan Kasubbag Parmas dan SDM Khotiah serta staf subbag Parmas dan SDM KPU Kabupaten Purbalingga.
Kegiatan ini menjadi ruang diskusi bagi jajaran KPU untuk membahas secara lebih mendalam mengenai peran dan keterlibatan perempuan dalam setiap tahapan penyelenggaraan pemilu. Perempuan memiliki posisi strategis, baik sebagai penyelenggara pemilu, peserta pemilu, maupun pemilih, sehingga keterlibatan perempuan menjadi salah satu aspek penting dalam mewujudkan penyelenggaraan pemilu yang inklusif, demokratis, dan berkeadilan.
Melalui kegiatan SDM Talk to Me , peserta diajak untuk melihat bahwa keterlibatan perempuan dalam penyelenggaraan pemilu tidak hanya berkaitan dengan jumlah keterwakilan, tetapi juga menyangkut kesempatan untuk berkontribusi, memperoleh ruang kepemimpinan, serta terlibat secara aktif dalam proses pengambilan keputusan.
Dalam diskusi tersebut, turut dibahas berbagai peluang bagi perempuan dalam penyelenggaraan pemilu, di antaranya terbukanya kesempatan untuk berperan dalam berbagai posisi penyelenggara pemilu, meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya perspektif gender, serta semakin berkembangnya dukungan terhadap lingkungan kerja yang memberikan kesempatan yang setara bagi perempuan dan laki-laki.
Namun demikian, masih terdapat sejumlah rintangan dan hambatan yang perlu menjadi perhatian bersama. Tantangan tersebut dapat berupa persepsi sosial mengenai peran perempuan, keterbatasan akses terhadap kesempatan kepemimpinan, beban ganda antara pekerjaan dan tanggung jawab keluarga, hingga berbagai kondisi lingkungan yang dapat memengaruhi ruang gerak dan partisipasi perempuan.
Diskusi juga menekankan pentingnya membangun lingkungan kerja yang memberikan kesempatan yang adil berdasarkan kompetensi, profesionalitas, integritas, dan kinerja. Dalam konteks penyelenggaraan pemilu, keberagaman perspektif menjadi modal penting untuk memastikan setiap kebijakan dan pelayanan kepemiluan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan jajaran KPU semakin memahami pentingnya kesetaraan kesempatan dan penguatan peran perempuan dalam penyelenggaraan pemilu. Perempuan tidak hanya ditempatkan sebagai bagian dari pemenuhan keterwakilan, tetapi sebagai sumber daya strategis yang memiliki kompetensi, pengalaman, dan perspektif yang dapat memperkuat kualitas penyelenggaraan pemilu.
Kegiatan SDM Talk to Me diharapkan dapat terus menjadi forum yang terbuka dan konstruktif bagi jajaran KPU untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta gagasan mengenai berbagai isu strategis terkait pengelolaan sumber daya manusia. Dengan SDM yang profesional, berintegritas, inklusif, dan adaptif, KPU diharapkan mampu memberikan kontribusi yang semakin kuat dalam mewujudkan penyelenggaraan pemilu yang berintegritas, transparan, demokratis, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.